gallery/menu
gallery/logo laz
gallery/peduli muslim website
gallery/fb
gallery/twitter
gallery/google
gallery/ins
gallery/rohingya

Breaking News - STOP GENOSIDA Muslim Rohingnya

Keganasan tentara Myanmar kembali memakan korban untuk  minoritas Muslim Rohingya, diawali dengan terbunuhnya 9 orang polisi yang mana pemerintah Myanmar menuduh bahwa tindakan tersebut dilakukan oleh Kelompok Militan Rohingya yang disebut “Aqa Mul Mujahidin”.

Kemudian, Pemerintah Myanmar melakukan “operasi militer” di Rakhine untuk mencari pelaku pembunuh para polisi Myanmar. Operasi tersebut telah menewaskan 150 orang dan ratusan rumah terbakar.

Ratusan orang Muslim Rohingya berusaha untuk menyelamatkan diri dari kebrutalan tentara Myanmar dengan lari ke arah perbatasan ke Bangladesh. Saksi-saksi dan Pemerintahan Bangladesh secara resmi mengatakan bahwa, orang-orang termasuk anak-anak yang berusaha lari untuk menyelamatkan diri dari kebrutalan tentara Myanmar yang telah menembaki warga.

Aktivis kemanusiaan mengatakan bahwa ratusan rumah telah dibakar dan rata dengan tanah, namun Pemerintah Myanmar menolak untuk mengklaim tindakan tersebut. Bahkan, bantuan kemanusiaan dari World Food Program (WFP) sebagai langkah diplomasi kemanusiaan dan para jurnalis luar negeri tidak boleh masuk oleh pemerintah Myanmar.

Rakhine adalah “kampung halaman” untuk jutaan Muslim Rohingya yang mana mereka tidak diakui kewarganegaraannya oleh Pemerintah Myanmar. Pemerintahan Myanmar menganggap mereka adalah pendatang gelap dari negara tetangga yaitu Bangladesh. Muslim Rohingya sudah lama sekali mengalami penderitaan, diskriminasi, dan pelanggaran hak asasi manusia, termasuk tidak dapat mengakses kesehatan, pendidikan oleh Pemerintah Myanmar.   

Saat ini, sekitar 100,000 ribu Rohingya masih tinggal di kamp-kamp pengungsian yang tersebar di belahan negara setelah kekerasan “ethnic cleansing” bergejolak pada tahun 2012. Tahun lalu, dunia dikejutkan dengan ratusan pengungsi Rohingya yang terapung di laut untuk menyelamatkan diri kebrutalan tentara Myanmar.

Apakah kita hanya diam seribu bahasa saat saudara Muslim kita dibombardir dengan peluru-peluru tajam, dengan dalih 'imigran gelap'? dan dalih-dalih yang lain?

Sudah saatnya, dunia Islam bersatu untuk “Stop Genosida Muslim Rohingya!”


*)Diolah dari berbagai sumber
Moh. Faisol Amrullah - Global Partnership Network